Teknologi
Riset Google: Banyak Orang RI Bikin Password Pakai Nama

Riset Google: Banyak Orang RI Bikin Password Pakai Nama

Google Research: Banyak orang membuat kata sandi menggunakan nama pasangan dan hewan

riset-google

Riset Google terbaru tentang kebiasaan digital Indonesia cukup mengejutkan. Hampir dua dari tiga orang mengaku pernah mengalami pembobolan data pribadi atau mengenal seseorang yang pernah mengalaminya.

Riset tentang kebiasaan digital masyarakat Indonesia ini merupakan bagian dari survei yang dilakukan lembaga survei YouGov atas nama Google pada September 2021. Mereka melakukan survei dengan melakukan polling terhadap lebih dari 13.000 responden di 11 pasar Asia termasuk Indonesia.

Hingga 79 persen responden di Indonesia mengaku menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa situs web, dan dua dari lima orang mengaku menggunakan hingga 10 situs web berbeda. Ini sangat mengkhawatirkan karena mereka rentan terhadap pelanggaran atau peretasan data.

Pengguna dengan kata sandi berulang dua kali lebih mungkin menjadi korban pencurian data keuangan online. Orang yang telah menjadi korban pelanggaran data 10 kali lebih mungkin untuk diretas.

– Amanda Chan, Manajer Pemasaran Produk, Google Indonesia –

Separuh responden di Indonesia juga mengaku menggunakan password yang mudah ditebak dengan menggabungkan hal-hal yang paling mudah diretas, mulai dari tanggal penting, nama partner, nickname hingga kode pos. Selain itu, hampir satu dari empat mengaku menyimpan kata sandi di aplikasi Notes di ponsel mereka, yang biasanya tidak dienkripsi secara default.

Alasan responden membuat kata sandi yang lemah dan berulang, 40 persen mengatakan melakukannya karena takut tidak mengingatnya, sedangkan 30 persen mengatakan untuk penyederhanaan.

“Hasil kami menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia ingin menjaga keamanan digital mereka dengan lebih baik, dan itu adalah berita yang menggembirakan,” kata Amanda dalam keterangan resminya, Rabu 3 November.

Oleh karena itu, Google menyarankan pengguna untuk mengamankan kata sandi yang digunakan sebagai kunci dalam aplikasi dan situs web. Cara melindungi kata sandi yang dibagikan oleh Google.
Cara mengamankan kata sandi dan menghindari peretasan
Angka kejahatan digital diperkirakan akan meningkat seiring dengan maraknya aktivitas belanja menjelang akhir tahun. Oleh karena itu, menjaga keamanan password sangatlah penting.

1. Buat kata sandi yang kuat
Buat kata sandi yang kuat
Keamanan akun, baik itu di media sosial atau lainnya, sangat tergantung pada seberapa kuat atau lemahnya kata sandi tersebut. Oleh karena itu, pengguna harus menggunakan kata sandi yang kuat yang terdiri dari kombinasi huruf, simbol, dan angka.

Jangan pernah menggunakan kata sandi yang mudah ditebak seperti ulang tahun, nama pasangan, hewan peliharaan, kode pos, dan lain-lain di sekitar pengguna.

2. Gunakan pengelola kata sandi
Gunakan pengelola kata sandi
Untuk memastikan kata sandi tetap aman, Anda dapat menggunakan layanan aplikasi atau platform Pengelola Kata Sandi. Google sendiri memiliki pengelola kata sandi yang dapat mengelola kata sandi di perangkat yang digunakan pengguna.

Pengguna dapat menyimpan kata sandi di akun Google, baik di Android atau Chrome. Pengelola Kata Sandi mengelola penawaran untuk menyimpan kata sandi dan mengelola login otomatis.

3. Aktifkan otentikasi 2 langkah
Aktifkan otentikasi 2 langkah
Anda dapat mengaktifkan otentikasi dua faktor atau otentikasi dua langkah untuk mengurangi kemungkinan orang lain dapat mengakses akun Anda tanpa izin Anda.

Otentikasi 2 langkah mengharuskan pengguna untuk mengambil langkah tambahan setiap kali mereka masuk ke akun mereka, selain memasukkan nama pengguna dan kata sandi mereka. Contoh langkah verifikasi tambahan adalah melalui SMS dan kode enam digit dari aplikasi.

4. Periksa keamanan kata sandi
Pemeriksaan keamanan kata sandi
Anda dapat melakukan verifikasi kata sandi melalui fitur verifikasi kata sandi, yang diklaim Google telah digunakan oleh lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia dan telah terbukti dalam mengurangi kebocoran.

Dengan Pemeriksaan Kata Sandi, pengguna dapat memverifikasi bahwa data mereka aman atau seseorang telah mencurinya. Dengan memindai database yang diketahui, sistem menentukan nama pengguna dan kata sandi yang diperoleh peretas dari situs web. Anda dapat mengakses situs web g.co/securitycheckup.

Sumber :