Pendidikan
Sitoplasma : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagiannya

Sitoplasma : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagiannya

Definisi Sitoplasma

pengertian-sitoplasma

Sitoplasma ini merupakan bagian dari sel yang dibungkus dalam membran sel. Dalam sel eukariotik, sitoplasma ini adalah bagian non-inti dari protoplasma.

Di dalam sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikel, ada juga sitosol, yang berbentuk cairan, dimana organelnya melayang di dalamnya. Sitosol ini mengisi ruang sel yang tidak ditempati oleh organel dan vesikel dan juga merupakan tempat terjadinya banyak reaksi biokimia dan perantara perpindahan materi dari luar sel ke organel atau inti sel.

Sitoplasma dalam Sel Tumbuhan

Sitoplasma sel tumbuhan mirip dengan sitoplasma pada sel hewan. Sitoplasma memberikan dukungan mekanis untuk struktur internal. Ini adalah media untuk suspensi organel internal sel. Sitoplasma mempertahankan bentuk dan konsistensi sel. Ia juga menyimpan bahan kimia yang penting bagi kehidupan. Reaksi metabolik penting seperti glikolisis dan sintesis protein terjadi di sitoplasma. Pada tumbuhan, pergerakan sitoplasma di sekitar vakuola dikenal sebagai sitoplasma mengalir.

Sitoplasma dalam Sel Hewan

Sitoplasma sel hewan adalah bahan seperti gel yang terbuat dari air. mengisi sel dan juga mengandung protein dan molekul penting yang dibutuhkan untuk sel. Sitoplasma terbuat dari protein, karbohidrat, garam, gula, asam amino, dan nukleotida. Sitoplasma ini menampung semua organel seluler. Sitoskeleton yang ada di sitoplasma membantu pergerakan sel melalui aliran sitoplasma.

Organel di sitoplasma

  • Mitokondria ini memiliki fungsi dalam proses oksidasi dan mualisasi.
  • Plastida di dalamnya mengandung klorofil yang berfungsi dalam fotosintesis.
  • Vakuola ini berfungsi untuk menyimpan zat makanan.
  • Badan golgi yang berfungsi aktif dalam sekresi dan sintesis polisakarida.
  • Ribosom ini merupakan tempat berlangsungnya sintesis protein.
  • Lisosom yang berperan dalam proses kematian sel.
  • Retikulum Endoplasma Kasar.
  • Retikulum endoplasma halus.

Fungsi Sitoplasma

  • Menyimpan segala macam bahan kimia yang digunakan dalam proses metabolisme sel. Contohnya adalah enzim, ion, gula, lemak, dan protein.
  • Memastikan pertukaran zat di dalam sel.
  • Menjaga metabolisme agar tetap bekerja dengan baik.
  • Yakni sebagai tempat untuk semua pekerjaan sel dilakukan.
  • Mendukung semua konten di dalam sel. Sitoskeleton dalam sitoplasma mampu membantu dan menjaga bentuk sel serta menjaga organel pada tempatnya masing-masing.
  • Pelarut untuk semua protein dan senyawa di dalam sel.
  • Sebagai perantara perpindahan material dari luar sel ke organel atau inti sel.
  • Mengisi ruang sel yang tidak ditempati oleh organel dan vesikula.
  • Tempat Kegiatan atau kegiatan membongkar dan mengatur zat dengan cara reaksi kimia. Misalnya seperti proses pembentukan energi, glikolisis anaerobik, dan sintesis asam lemak, asam amino, protein, dan nukleotida.
  • Membantu pergerakan unsur atau zat dari satu bagian sel ke bagian lainnya.

Sifat sitoplasma

  • Efek Tyndal adalah kemampuan matriks sitoplasma untuk memantulkan cahaya.
  • Gerak Brown ini adalah gerak acak (zig-zag) dari partikel penyusun koloid.
  • Gerak siklosis ini merupakan gerak matriks sitoplasma yang berupa arus melingkar.
  • Memiliki tegangan permukaan.

Matriks sitoplasma terdiri dari 62% oksigen, 20% karbon, 10% hidrogen, dan 3% nitrogen yang tersusun dalam senyawa organik dan anorganik. Unsur lain termasuk: Ca 2,5%; P 1,14%; Cl 0,16%; S 0,14%; K 0,11%; Na 0,10%; Mg 0,07%; Saya 0,014%; Fe 0,10%; dan elemen lain dalam jumlah yang sangat kecil.
Proses yang terjadi di sitoplasma

Terdapat gerakan pertumbuhan daun dan gerakan rotasi sitoplasma (Gerak Endonom). Gerak endonom adalah gerak tanpa membutuhkan rangsangan dari luar (gerak spontan). Contoh gerak Endonomis adalah pertumbuhan daun serta rotasi sitoplasma (siklosis) pada sel daun Hydrilla verticilata yang dapat atau dapat dideteksi dari klorofil yang beredar di dalam sel.

Struktur dan Bagian Sitoplasma

70-90% dari sitoplasma ini adalah sitosol yang berupa cairan tidak berwarna. Sitosol mengandung ion-ion ini seperti kalium, natrium, klorida, bikarbonat, asam amino, magnesium, enzim kalsium, dan protein. Sitoplasma sendiri terdiri dari tiga struktur utama, antara lain:

Matriks Sitoplasma

Matriks sitoplasma ini merupakan cairan homogen yang menyusun sel-sel yang bersifat koloid, yang merupakan campuran dari dua atau lebih zat homogen. Ciri-ciri sitoplasma ini antara lain:

  • Bisa atau bisa berubah fase
  • Memiliki ketahanan permukaan tertentu
  • Memiliki sifat lekas marah (artinya peka terhadap rangsangan) dan konduktivitas (artinya dapat atau dapat menggerakkan rangsangan atau impuls)
  • memiliki kemampuan untuk dapat memantulkan cahaya dan pantulannya dalam bentuk kerucut, kemampuan ini disebut Efek Tyndall.
  • Gerak partikel penyusun larutan ini berbentuk zigzah atau disebut juga gerak coklat, begitu juga dengan gerak
  • matrik yaitu gerak arus atau yang disebut juga gerak siklosis.
  • Memiliki peran sebagai larutan penyangga atau larutan penyangga.

Organel Sel

Organel sel ini merupakan benda padat yang berada di dalam sitoplasma dan memiliki sifat hidup atau menjalankan fungsi kehidupan sel yang saling berhubungan. Menurut fungsinya yang berkaitan dengan metabolisme sel, organel ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu organel aktif dan organel tidak aktif.

Organel Aktif

  • Ribosom, ini tempat untuk mensintesis protein
  • Mitokondria ini memiliki fungsi dalam proses oksidasi dan mualisasi
  • Rektikulum endroplasma, terbagi menjadi dua, yaitu Retikulum Endoplasma Kasar dan Retikulum Endoplasma
  • Kasar

Retikulum endoplasma halus
Badan Golgi juga dikenal sebagai badan Golgi dan memiliki fungsi aktif dalam sekresi dan sintesis polisakarida.
Lisosom inilah yang berperan dalam proses kematian sel
Vakuola (gelembung) ini berfungsi menyimpan zat makanan

Organel Tidak Aktif

  • Sentriol
  • Mikrotubuli
  • Fibril
  • Mikrobodi

Inklusi sitoplasma

Inklusi sitoplasma ini adalah struktur non-hidup dalam sitoplasma. Inklusi sitoplasma ini biasanya disebut sebtan paraplasmik atau dentoplasma. Struktur ini mungkin atau mungkin dalam bentuk lemak, tetesan minyak, glukogen atau butiran sekretori.

Jadi, struktur sitoplasma ini mempunyai dua bagian dimulai dari luar (ektoplasma) dan bagian dalam disebut endoplasma. Fungsi yang berbeda dari setiap struktur yang terdapat dalam sitoplasma memiliki fungsi yang berbeda pula. Perbedaan fungsi masing-masing struktur sitoplasma ini mempengaruhi penampilan sitoplasma itu sendiri.

Karakteristik Sitoplasma

Di bawah ini adalah ciri-ciri atau ciri-ciri sitoplasma, antara lain:

  • Sitoplasma ini merupakan cairan yang mengisi ruang antara membran sel dan organel seluler.
  • Bagian plasmogel dari sitoplasma mampu menyerap air dan mengeluarkannya sesuai dengan kebutuhan sel.
  • Sitoplasma ini juga menunjukkan sifat pewarnaan yang berbeda, daerah yang diwarnai dengan pewarna dasar merupakan daerah basofilik sitoplasma dan juga disebut ergatoplasma untuk bahan ini.
  • Campuran heterogen butiran buram serta senyawa organik yang memberikan sifat koloid.
  • Sitoplasma secara kimiawi mengandung 90% air dan 10% termasuk campuran senyawa organik dan anorganik dalam berbagai proporsi.
  • Zona tepi sitoplasma ini adalah zat tebal seperti jeli yang dikenal sebagai plasmogel.
  • Daerah sekitar zona nuklir tipis dan cair dan dikenal sebagai plasmosol.
  • Sifat fisik sitoplasma koloid. ia memiliki persentase air dan partikel yang tinggi dalam berbagai bentuk dan ukuran yang tersuspensi di dalamnya.
  • Sel penjaga yang ada di stomata daun ini menunjukkan sifat ini.
  • Sitoplasma mengandung protein, sekitar 20-25 persen, yang merupakan protein larut, termasuk enzim.
  • Sitoplasma ini juga mengandung sejumlah karbohidrat, garam anorganik, lipid dan zat lipoid yang terdapat di dalam sitoplasma.
  • Sistem serat yang terorganisir yang dapat atau dapat diamati dengan teknik pewarnaan khusus.

Komponen Sitoplasma

Sitoplasma terdiri dari beberapa komponen antara lain:

  • Ion
  • Air sebanyak kurang lebih 85-90%
  • Bahan organik
  • Enzim
  • Garam
  • Nutrisi

Komponen bahan yang dapat atau dapat ditemukan di dalam sitoplasma disebut sitosol. Sitosol membentuk setengah cair yang memiliki fase encer (sol) dan fase padat lunak (gel). Fase sol dan fase gel bergantung pada aktivitas osmoregulasi dalam sitoplasma. Osmoregulasi ini merupakan pengaturan keseimbangan air pada makhluk hidup, dimana makhluk hidup akan menyesuaikan dengan kebutuhan air yang dikonsumsi atau juga air yang keluar dari tubuh makhluk hidup.

Demikian penjelasan tentang Pengertian Sitoplasma, Ciri Ciri, Struktur, Proses dan Sifatnya, semoga yang dijelaskan dapat bermanfaat untuk anda.

Sumber :