8 Tips Menanam Cabai agar Subur dan Berbuah Lebat

9 Cara Menanam Cabai Rawit Agar Berbuah Berat Dan Perawatannya

8 Tips Menanam Cabai agar Subur dan Berbuah Lebat

1. Persiapan lahan

Bagi yang menanam langsung di tanah, diperlukan lahan yang tepat untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan cabai rawit. Pilih tempat yang dikeringkan dengan baik dan cerah agar tanaman cabai rawit tidak tumbuh berlebihan.

Selain lokasi, tanah juga harus memiliki kesuburan yang cukup untuk memenuhi unsur hara seperti humus dan kekayaan. Jika tanah tidak cukup subur, ubah kesuburannya dengan mencampurkan kompos sedalam 3 cm ke dalam tanah. Hindari menambahkan terlalu banyak nitrogen ke area penanaman. Hal ini dikarenakan tanaman cabai rawit dapat tumbuh terlalu cepat sehingga mudah terserang penyakit dan mengakibatkan kurangnya produktivitas
2. Pengaturan suhu sekitar

Sebelum menanam bibit, kita perlu mengeraskan tanah secara bertahap. Selain itu, kita juga harus mengekspos benih ke luar ruangan agar benih berubah menjadi lebih baik. Paparan bertahap terhadap kondisi cuaca yang baik dapat membantu bibit unggul.

Memiliki benih unggul berarti kemungkinan yang lebih besar dan benih cabai yang berproduksi lebih tinggi. Saat suhu mencapai 25 derajat Celcius pada siang hari, letakkan benih di tempat terlindung di luar rumah, seperti tempat tidur. B. ke samping rumah Anda. Selama beberapa jam setiap hari selama 3 atau hari. Cara ini hampir sama dengan menanam cabai rawit organik.
3. Proses penanaman

Tunggu sampai suhu malam hari secara bertahap tercapai sebelum tanam, karena cabai menyukai suhu hangat. Jika memungkinkan, tempatkan bibit cabai pada cuaca cerah untuk mengurangi stres pada tanaman. Jarak tanam yang dibutuhkan adalah 25-60 cm tergantung pada ukuran dewasa varietas.

Cabai rawit yang kita tanam tumbuh dan mengembangkan akar tambahan pada bagian batang yang tertanam. Tanam penopang yang lebih tinggi dari kultivar agar tidak patah saat terkena angin dari beban buah yang berat. Setelah penanaman selesai, rawatlah cabai rawit dengan baik dengan menyiramnya secara teratur.
4. Pengaturan mulsa dan air

Pada musim tanam kita harus memastikan cabai rawit mendapat air minimal 2 cm dalam 1 minggu. Periksa paprika secara teratur selama periode panas dan kekeringan ekstrim ketika tanaman dapat dengan mudah mendapatkan banyak air dalam sehari.

Jika lokasinya panas dan kering, kita dapat menambahkan lapisan mulsa organik untuk menjaga kelembaban tanah dan suhu tanah yang moderat. Namun, lakukan ini hanya setelah tanah menghangatkan mulsa. Tanah yang sejuk dapat menjaganya tetap sejuk dan menghangatkan pertumbuhan tanaman.
5. Pilih bunga pertama

Cobalah untuk mencubit bunga yang mekar atau muncul pada tanaman cabai rawit. Itu tidak akan merusaknya. Bahkan dapat membantu mereka mengarahkan energi ke dalam pertumbuhan, sehingga pada musim berikutnya kita bisa mendapatkan buah yang besar dan total hasil yang lebih tinggi daripada buah yang kecil.
6. Penyiangan dan penyiangan

Pada tahap ini diperlukan dua proses untuk menghasilkan tanaman cabai rawit agar dapat berbuah. Karena penyaringan menciptakan gulma yang mengganggu pertumbuhan dan penyaringan nutrisi dapat terjadi antara gulma dan tanaman cabai rawit.

Dan pendagiran dibuat agar tanaman dapat tumbuh kembali dengan mudah. Caranya dengan melonggarkan tanah di sekitar tanaman setelah menyaring dan menghilangkan gulma yang mengganggu tanaman.
7. Penyiraman dan pemupukan

Agar tumbuh subur, tanaman cabai rawit membutuhkan air dan nutrisi yang cukup. Oleh karena itu diperlukan penyiraman secara teratur dan juga unsur hara seperti pupuk anorganik dan organik seperti pembuatan pupuk organik pada tanaman cabai lainnya.
8. Perawatan tanaman cabai

Saat merawat tanaman cabai yang dimaksud, perhatian khusus harus diberikan pada perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Kegiatan yang termasuk dalam merawat tanaman cabai antara lain:

Potong cabang tanaman yang layu dan mati
Pangkas dan bersihkan tanaman cabai dari daun kering atau mati, yang biasanya berada di pangkal batang
Potong tunas samping. Jangan merasa aman dengan gempa susulan yang terputus. Karena tujuan menanam cabai bukan hanya untuk melihat seberapa tebal daunnya atau seberapa subur tanamannya, tetapi untuk mendapatkan buah yang lebat dan rimbun.
Berikan penyangga atau penyangga agar tanaman cabai dapat berdiri tegak jika akarnya tidak terlalu kuat atau buahnya sudah membebani cabang dan batang tanaman cabai.

Sumber :